Alasan Rem Tromol Masih Jadi Andalan di Motor Matic & Bebek
tro.vokasi.unesa.ac.id - Setiap hari kita naik motor, dan salah satu komponen paling vital yang menjamin keselamatan kita adalah rem. Nah, kalau kamu perhatikan, motor matic atau motor bebek kebanyakan masih pakai rem tromol (drum brake) di bagian belakang
Ternyata, rem tromol punya keunggulan tersendiri, lho. Yuk, kita bongkar bareng-bareng apa itu rem tromol mekanis dan bagaimana cara kerjanya, biar kamu makin paham teknologi di kendaraanmu!
Apa Sih Rem Tromol Mekanis Itu?
Sederhananya, rem tromol adalah sistem pengereman yang bekerja pakai prinsip gesekan
Komponen Utama Rem Tromol
Tromol Rem (Brake Drum), adalah bagian mangkok logam yang jadi "arena" gesekan. Tromol ini ikut berputar bersama roda
. Sepatu Rem (Brake Shoe), Rangka logam berbentuk melengkung yang jadi dudukan kampas rem
. Kampas Rem (Brake Lining), Bahan khusus tahan panas yang menempel di sepatu rem. Inilah yang bergesekan langsung dengan tromol
. Pegas Pengembali (Return Spring), Pegas ini bertugas menarik kembali sepatu rem ke posisi semula (menutup) setelah tuas rem dilepas
. Tuas Penggerak (Cam/Lever), adalah komponen yang menerima tarikan dari kabel rem. Saat tuas ini bergerak, ia akan memutar "cam" (nok) yang mendorong sepatu rem untuk mekar.
Backing Plate, adalah pelat dudukan tempat semua komponen tadi menempel. Bagian ini diam dan tidak ikut berputar, sekaligus melindungi komponen di dalamnya dari kotoran
.
Cara Kerja Sederhana Rem Tromol
Proses ngerem pakai tromol mekanis itu sebenarnya simpel dan bisa diurutkan jadi 4 langkah mudah:
Sebagai pengendara menarik tuas rem di stang (atau menginjak pedal rem).
Tenaga tarikan kamu diteruskan oleh kabel rem ke tuas penggerak yang ada di dalam tromol
. Tuas penggerak akan memutar cam, yang kemudian mendorong sepatu rem (brake shoe) untuk mengembang ke arah luar
. Kampas rem akhirnya menekan dan bergesekan kuat dengan dinding dalam tromol yang sedang berputar. Sreett! Gesekan ini mengubah energi gerak jadi energi panas, dan putaran roda pun melambat
. Saat tuas rem kamu lepas, pegas pengembali (return spring) langsung bekerja menarik sepatu rem kembali ke posisi semula (menutup). Roda pun bebas berputar lagi
.
Jadi, Kenapa Masih Dipakai?
Mungkin kamu bertanya, "Kenapa nggak pakai rem cakram aja di belakang yang katanya lebih pakem?"
Rem tromol masih jadi pilihan utama (khususnya untuk rem belakang motor atau rem parkir mobil) karena beberapa alasan praktis :
Kelebihan:
1. Desainnya tertutup rapat, jadi komponen di dalamnya lebih aman dari debu, air, dan kotoran jalanan
2. Konstruksinya lebih sederhana dibanding rem cakram, jadi biaya perawatan dan penggantian komponennya cenderung lebih rendah
3. Karena terlindung, kampas remnya bisa jadi lebih awet.
Kekurangan:
1. Daya pengeremannya memang tidak sekuat rem cakram
2. Karena desainnya tertutup, panas akibat gesekan jadi lebih susah keluar. Kalau dipakai ngerem ekstrem terus-menerus (misal di turunan super panjang), performanya bisa menurun (gejala brake fade)
3. Rem tromol mekanis perlu penyetelan berkala agar jarak main tuas rem tetap ideal dan pakem
Rem tromol itu vital banget buat keselamatan
Kelas 2025B - Teknologi dan Sistem Otomotif